DOA YANG MUSTAJAB BERDASARKAN AL-QUR`AN

anak berdoa

Segala puja dan puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah swt, beserta shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad saw., keluarga, dan sahabatnya.

Ikhwan fillah, sejatinya manusia dalam kehidupannya tak pernah luput dari masalah. Baik si kaya atau si miskin, si kuat atau si lemah, si pintar atau bodoh, semuanya mempunyai masalah dalam perjalan hidupnya. Sebagai agama yang sempurna, Islam menuntun kaum muslimin untuk selalu berdoa memohon kepada Allah swt. untuk kemudahan dan jalan keluar atas masalah yang dihadapinya. Dalam ibadah sendiri, lafadz-lafadz yang kita ucapkan –selain pujian-  juga merupakan doa kepadaNya. Ibnu hajar al Asqalani dalam kitabnya yang populer Bulughul Maraam.

قال رسول الله صلعم: الدعاء مخ العبادة (رَوَاهُ اَلْأَرْبَعَةُ، وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ)

Yang artinya: “Doa adalah otak ibadah”

Dalam hadits ini Rasulullah menjelaskan bahwa inti dari ibadah adalah doa kepada Allah swt. Karena artine Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Seperti; shalat, zakat juga merupakan benduk doa kepada Allah. Shalat adalah bentuk doa kepada Allah untuk mendapatkan ridhanya. Begitu juga zakat adalah doa kepada Allah untuk membersihkan harta dan jiwa kita.

Dalam tafsir Thabari, alkisah, suatu ketika para sahabat Rasul bertanya kepada Rasul; ya Rasulullah, dimanakah Allah berada, dan di kesempatan lain ada sahabat bertanya: ya Rasulullah kapankah waktu yang paling afdhol untuk berdoa.

Sehingga Allah menurunkan FirmanNya dalam ayat 186 surat Al Baqorah.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat diatas merupakan jawaban Allah kepada manusia tentang keberadaan Allah yaitu dekat. Dan jawaban bahwa ia mengabulkan semua doa hambaNya yang berdoa.namun dalam ayat tersebut Allah juga menyebutkan syarat doa hambaNya agar terkabul yaitu:

Pertama, taat kepada Allah dengan jalan menaati semua yang diperintahkan Allah swt dan menjauhi laranganNya. Ini artinya, jika seseorang berdoa dengan sepenuh hati namun ia sendiri masih tenggelam dalam kemaksiatan maka doanya tidak dikabulkan oleh Allah swt.

Kedua, beriman kepada Allah swt. iman sendiri berarti berikrar dengan lisan, beramal dengan anggota badan, percaya dengan hati. Dalam berdoa, kita harus percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah mendengar doa hambanya. Dengan kata lain, tidak semestinya hamba berdoa kepadaNya dengan setengah hati bahkan tidak percaya doanya akan terkabul.

Rasullah saw. Juga menjelaskan waktu-waktu mustajab untuk berdoa yang diterangkan oleh dalam kitabnya. Yang insya Allah akan kita kaji bersama pada pertemuan berikut.

Akhirul kalam, ِAllah berfirman dalam surat Al Ghaafir:  60 “ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ” berdoalah kepadaku niscaya akan kabulkan permintaan kalian. maka pada kesempatan ini, saya mengajak saudara-saudaraku pada kesempatan kali agar selalu berdoa kepada Allah untuk kemudahan urusan kita, untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s